Quran di Tubuh Bayi

Quran di Tubuh Bayi
Sebelum Muncul Ayat Quran, Ali Tak Tidur & Panas 40 Derajat Celcius
Amanda Ferdina – detikNews


Pravda.ru

Rusia – Bayi Ajaib. Begitulah Ali Yakubov kini dijuluki lantaran di kulitnya terdapat ayat Alquran yang muncul setiap Senin dan Kamis malam. Bagaimanakah proses yang Ali alami sebelum kulitnya ‘berubah’ dan muncul ayat suci?

Ibunda Ali, Madina Yakubov menceritakan, buah hatinya selalu demam ketika ayat-ayat Quran berwarna kemerahan itu muncul ke permukaan kulit Ali. “Temperaturnya mencapai hingga 40 derajat celcius dan dia tidak tidur semalaman,” cerita Madina seperti dilansir ABCNews, Jumat (23/10/2009).

Jika sudah begitu, Madina pun mengaku tidak bisa menggendong Ali. Pasalnya bila diangkat dan bagian tubuh yang muncul tulisan itu tersentuh, Ali kesakitan. “Dia menangis, terutama jika diangkat bagian tubuh tempat tulisan itu muncul,” tutur istri Shamil Yakubov.

Sampai kini, pihak medis belum dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada bayi bermata biru itu. “Dari sudut pandang medis, saya tidak dapat menjelaskannya dalam cara apapun,” aku perawat lokal, Saida Rasulova.

Rasulova hanya menceritakan, ketika lahir, Ali sempat mengalami gangguan pada otak (cerebral palsy) dan gangguan jantung (ischaemic heart), akan tetapi saat ini Ali sudah sepenuhnya sehat.

Jika dilihat pada fotonya, ayat-ayat Quran yang terdapat pada kulit Ali terlihat seperti tanda lahir kemerahan dengan ukuran beberapa inchi. Hal tersebut dibenarkan kedua orang tua Ali yang pada awalnya juga mengira buah hatinya memiliki tanda lahir atau iritasi kulit. Akan tetapi tulisan ayat tersebut kembali muncul pada bagian tubuh yang berbeda.

(amd/iy)

Waspadalah Jika Tidak Punya Hasrat Seks

Waspadalah Jika Tidak Punya Hasrat Seks

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto: zazzle.com)

Jakarta, Adakah manusia yang tidak punya nafsu seksual sama sekali? Ternyata ada. Gangguan seksual itu disebut dengan aseksual. Berbeda dengan biseksual, mereka yang aseksual tidak punya ketertarikan seksual sama sekali baik pada lawan jenis maupun sesama jenis.

Seorang aseksual adalah orang yang tidak punya ketertarikan seksual sama sekali dalam bentuk apapun, baik terhadap pria maupun wanita. Penderita aseksual sangatlah sedikit, hanya sekitar 1 persen saja dalam suatu populasi.

Dikutip dari Lemondrop, Kamis (22/10/2009), seorang aseksual yang dirahasiakan namanya mengaku tidak menyadari jika dirinya adalah seorang aseksual.

“Pertama kali sadar saya adalah seorang aseksual ketika seorang teman memperhatikan saya dan berkata bahwa saya tidak punya ketertarikan pada pria apalagi wanita. Lalu ia menanyakan apakah saya aseksual? Saya memang merasa tidak punya hasrat khusus pada wanita apalagi pria,” ujarnya.

“Saya sudah berusaha menjalin hubungan dengan seseorang, tapi saya tidak bisa merasakan ketertarikan apapun dengannya. Bahkan saya tidak bisa mengagumi wanita cantik sekalipun atau pria tampan. Saya tahu bahwa wanita itu cantik, tapi tidak pernah terbesit ada hasrat seks dalam diri saya,” tutur pria itu.

Beberapa temannya pun penasaran dan ingin membuktikan apakah dirinya memang aseksual atau tidak. Dalam suatu liburan ke pantai, beberapa teman wanitanya mengenakan bikini, melumuri tubuhnya dengan oli dan memposisikan diri mereka berbaring agar bisa dilewati para pria.

Begitupun dengan pria-pria yang mencurigai apakah temannya itu gay atau tidak. Mereka memposisikan dirinya seperti wanita-wanita itu.

Ketika teman-teman dari pria aseksual itu melangkahi tubuh wanita-wanita tersebut, mereka mengaku ada hasrat seks yang muncul dalam benak mereka, tapi tidak dengan pria aseksual itu. “Saya tidak merasakan apa-apa. Tidak ada pikiran seks sama sekali yang terlintas dalam otak saya ketika melihat wanita-wanita berbikini atau pria-pria itu,” ujarnya.

“Saya tahu banyak orang yang tidak percaya dan kaget dengan kelainan yang saya miliki, tapi saya tidak peduli. Bahkan saya merasa beruntung karena tidak harus menghabiskan waktu untuk pacaran atau menemani pasangan berbelanja. Saya juga tidak minta orang lain untuk mengerti keadaan saya,” imbuhnya.

Aseksual berbeda dengan impotensi dan sikap malu-malu kucing. Definisi aseksual sangat luas dan banyak variasinya. Beberapa melakukan masturbasi untuk melepaskan tegangan seksual, sementara ada juga yang merasa tidak perlu.

Kebutuhan untuk masturbasi terpisah dari ketertarikan seksual. Masturbasi dianggap sebagai mekanisme biologis belaka, bukan merupakan seksualitas yang terpendam.

Beberapa orang aseksual mengaku, mereka bukannya tidak punya dorongan seksual. Mereka mungkin bisa bergairah, tapi tidak merasa perlu untuk berhubungan seksual. Alasan mengapa seseorang menjadi aseksual pun beragam, bisa karena libidonya memang rendah, jijik, merasa berjarak dari aktivitas seksual itu sendiri, dan macam-macam.

Sama dengan kelainan seks seperti biseksual, penyebab aseksual bisa bermacam-macam, yaitu faktor genetik, lingkungan atau trauma. Dengan terapi yang benar oleh psikolog dan terapis khusus, penderita aseksual bisa disembuhkan, tapi sangat kecil kemungkinannya untuk sembuh total.

Kurang Minum Air 1 Persen Saja Bikin Otak Lemot dan Menciut

Kurang Minum Air 1 Persen Saja Bikin Otak Lemot dan Menciut

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto : Assetcache)

Jakarta, Konsumsi air putih selama ini sering dianggap sepele, bahkan oleh kalangan pemerintah sekalipun. Air dianggap zat gizi yang tidak terlalu penting. Padahal menurut para pakar, kekurangan air 1 persen dari bobot tubuh saja bisa bikin otak lemot dan menciut. Jika sudah begitu, bagaimana nasib bangsa ini?

Sebagai salah satu unsur zat gizi, air sering ditempatkan di urutan terakhir setelah karbohidrat, protein, lemak bahkan mineral. Padahal peran air sangat banyak, diantaranya untuk memberntuk sel, alat transportasi oksigen dalam darah, pengatur suhu, zat pelarut, pereaksi, pelumas dan bantalan.

Menurut Prof Dr Ir Hardinsyah, ahli gizi dan pangan sekaligus dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Petanian Bogor (IPB), kekurangan air bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan otak. “Kurang 1 persen saja bisa mengalami gangguan ingatan,” ujarnya dalam acara seminar ‘Waspadai Efek Dehidrasi Terhadap Kesehatan di Hotel Akmani, Jakarta, Kemis (22/10/2009).

Hardinsyah mengatakan bahwa hampir sebagian besar komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak tidak mendapatkan asupan air yang cukup, akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Hal itu pun dibenarkan oleh Dr dr Parlindungan Siregar SpPD.KGH, seorang dokter spesialis penyakit dalam di FKUI-RSCM.

“Ketika tubuh kekurangan air atau dehidrasi, cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan berkembang, bahkan bisa menciut. Dan ketika itu terjadi, otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi,” jelas Parlindungan.

Dehidrasi bisa terjadi ketika tubuh kekurangan 1 persen dari berat tubuhnya. Jadi kalau bobot tubuh seseorang 50 kilogram, maka kekurangan 0,5 liter air dari kebutuhan seharusnya (2-3 liter) bisa menyebabkan dehidrasi ringan seperti lelah dan gangguan fungsi kognitif serta daya ingat.

Hardinsyah menyebutkan beberapa penyebab dehidrasi diantaranya kurang minum, keringat berlebih, suhu panas, pendarahan dan gangguan penyakit. Menurutnya, dehidrasi bisa menyebabkan gejala ringan dan sedang seperti lelah, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat hingga gejala berat seperti halusinasi dan kematian.

Menurut Hardinsyah, orang-orang yang berisiko dehidrasi adalah pekerja lapangan, namun tidak sedikit pekerja kantoran yang terkena dehidrasi. “Biasanya kalau di kantor kan pakai AC, dan itu bisa bikin orang tidak merasa haus. Apalagi ditambah dengan malas ngambil air minum, tambah saja dehidrasi,” tuturnya.

Dalam sebuah studi di Amerika yang dilakukan oleh Robert Kenetick tahun 2007, Hardinsyah mengatakan bahwa produktivitas pekerja kantoran terbukti menurun karena tidak minum air sesuai anjuran 2-3 liter per hari). “Padahal sudah disediakan air di meja, tapi nggak diminum. Diminumnya hanya kalau mau makan saja. Padahal di Amerika sana, setiap 20 menit disediakan i cup air untuk minum,” ujar Hardinsyah.

Vaksin Rokok Buat Pecandu Rokok yang Ingin Tobat

Vaksin Rokok Buat Pecandu Rokok yang Ingin Tobat

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto : Assetcache)

Jakarta, Sudah berupaya segala cara untuk bisa berhenti merokok tapi tetap tidak bisa? Tunggu saja kehadiran vaksin rokok yang dibuat khusus bagi perokok yang bandel. Vaksin itu rencananya akan hadir beberapa bulan lagi di Amerika.

Beberapa orang yang ingin tobat merokok melakukan berbagai cara seperti mengunyah permen karet, olahraga atau mengikuti terapi dalam sebuah grup. Namun kebanyakan dari mereka mengaku tidak bisa berhenti dan terlalu susah untuk menghindari dari kebiasaan merokok.

Tidak heran memang, karena para ahli obat-obatan mengtakan bahwa seseorang yang sudah kecanduan nikotin akan lebih sulit disembuhkan daripada heroin. Menurut The American Cancer Society, dari 44 juta orang yang merokok di Amerika, 70 persennya mengaku ingin berhenti merokok tapi tidak bisa. Hanya 4 hingga 7 persen saja yang benar-benar bisa berhenti.

Tapi harapan berhenti merokok tampaknya bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. The National Institute on Drug Abuse, sebuah divisi di National Institutes of Health rencananya akan menghibahkan US$ 10 juta kepada Nabi Biopharmaceuticals untuk membuat vaksin anti nikotin beberapa bulan lagi.

Vaksin yang nanti diberi nama NicVax itu didesain untuk menstimulasi sistem imun dan menghasilkan antibodi yang menolak nikotin dalam tubuh perokok dan juga melindungi tubuh dari masuknya nikotin ke otak.

Asal tahu saja, ketika seorang perokok menghirup asap rokok, nikotin akan masuk ke dalam jaringan paru-paru, masuk ke aliran arah dan disalurkan ke seluruh bagian tubuh. Karena nikotin adalah molekul yang sangat kecil, maka ia dapat menembus jaringan pertahanan otak dan ikut dalam aliran darah ke otak.

Nikotin kemudian berikatan dengan reseptor di otak yang kemudian memicu pengeluaran hormon dopamin, yaitu hormon yang membuat sensasi enak, nyaman, tenang dan senang. Itulah mengapa orang sedang stres atau bermasalah merasa rokok bisa menenangkan dirinya.

Proses tersebut terjadi sangat cepat dalam tubuh, kurang dari 1 menit setelah rokok dihisap. Itulah yang menyebabkan rokok bersifat candu.

Vaksin NicVax yang rencananya dibuat akhir tahun 2009 ini diyakini bisa menghambat terjadinya ikatan nikotin dengan darah dengan menciptakan antibodi dalam tubuh yang bisa mengikat nikotin. Jadi nikotin akan berikatan dengan antibodi, dan mengahalangi ikatannya dengan darah.

Percobaan pembuatan vaksin tahap ke 3 itu sangat menjanjikan, karena dalam 2 tahap percobaan sebelumnya tidak menimbulkan efek samping apapun. “Partisipan yang diberi vaksin ini dalam percobaan sebelumnya berhasil mengurangi kecanduan merokoknya dalam waktu 12 bulan, yaitu dari semula 20 batang rokok sehari menjadi 10 batang,” ujar seorang peneliti seperti dilansir oleh Dr. Sanjay Gupta dalam CNN, Rabu (21/10/2009).

Kopi, Teh dan Anggur Cegah Infeksi Saluran Kemih

Kopi, Teh dan Anggur Cegah Infeksi Saluran Kemih

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto: triadvisor)

Jakarta, Kabar baik bagi orang yang suka minum kopi, teh dan anggur. Pakar kesehatan mengatakan minuman itu bisa mencegah infeksi saluran kemih. Sedangkan jus apel tidak baik untuk urin.

Beruntung pula bagi pria, karena kelenjar prostat yang terdapat di alat kelaminnya adalah benteng pertahanan masuknya bakteri di saluran kemih.

Hal itu disampaikan oleh Dr. dr. Parlindungan Siregar SpPD.KGH, dalam acara seminar ‘Waspadai Efek Dehidrasi Terhadap Kesehatan di Hotel Akmani, Jakarta, Kemis (22/10/2009).

“Kopi, wine, teh, dan minuman teh atau jus sitrus bisa meningkatkan ekskresi (pengeluaran) urin. Dan ekskresi yang tinggi bisa mencegah infeksi saluran kemih,” ujar Parlindungan.

Menurutnya, kopi bisa mencegah dan mengurangi batu kantung kemih sebanyak 10 persen, teh 14 persen dan anggur 39 persen.

Parlindungan menjelaskan, ketika ekskresi meningkat, regulasi osmotik dalam tubuh pun akan meningkat. Hormon ADH (Anti Diuretik) lalu akan menurun dan membuat volume urin meningkat.

“Ketika volume urin meningkat, kemampuan antibakteri dalam saluran kemih pun meningkat, dan penyakit batu kantung kemih pun bisa dicegah,” jelasnya.

Dijelaskan, urin yang bagus adalah yang warnanya kuning transparan hampir putih, pH netral dan tidak berbau. Harusnya dalam 24 jam, urin dalam tubuh keluar sebanyak 2 liter.

“Jadi, untuk mengeluarkan urin sebanyak itu, tubuh seharusnya minum air lebih banyak lagi dari 2 liter,” ujar Parlindungan.

Selain kopi, teh atau wine, minuman lain yang menurut Parlindungan baik untuk mencegah infeksi saluran kemih adalah bir.

“Minum bir juga bagus, tapi ada kontraindikasinya, yaitu meningkatkan asam urat,” jelas dokter spesialis penyakit dalam di RSCM itu.

Ada minuman yang baik, ada juga yang sebaiknya dihindari. Menurut studi yang dilakukan Parlindungan, ternyata jus apel tidak baik untuk urin.

“Meskipun apel punya kandungan vitamin yang baik, tapi ternyata bisa meningkatkan risiko batu hingga 35 persen,” jelas Parlindungan.

Fakta lainnya yang dibeberkan Parlindungan adalah soal risiko terkena batu ginjal antara pria dan wanita, yang ternyata lebih banyak dialami wanita.

“Saluran uretra pria lebih panjang daripada wanita. Pria juga punya kelenjar prostat, yang ternyata bisa mengeluarkan zat antibiotik untuk melawan infeksi bakteri. Dua perbedaan itu membuat pria lebih sedikit terkena infeksi saluran kemih. Beruntunglah jadi pria,” jelas Parlindungan.

Infeksi saluran kemih bisa membuat fungsi ginjal berkurang, rasa sakit setelah kencing dan juga batu ginjal.

“Kalau wanita sudah ada gejala sakit setelah kencing, harus segera diperiksakan. Dan kalau pria juga mengalami itu, hati-hati bisa jadi pertanda kanker prostat,” tuturnya.

Untuk itu, membiasakan diri minum air putih 2-3 liter sehari atau sekitar 8-10 gelas (ukuran gelas 250 ml) setiap hari bisa mengurangi risiko infeksi saluran kantung kemih.

“Tapi untuk orang lanjut usia justru sebaliknya ya. Jangan sering-sering minum air, cukup 1,5 liter saja sehari,” ucap Parlindungan.

Kelebihan air pada orang lanjut usia ternyata bisa membuat natrium dalam tubuhnya berkurang dan mengalami gejala yang disebut Hiponatrium. Ketika natrium berkurang, tubuh menjadi lemas dan ngantuk.

“Biasanya kalau orang ngantuk atau lemas, apalagi orang tua, gampang kesandung dan akibatnya bisa patah tulang,” paparnya.

(fah/ir)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Assalamu’alaikum wr.wb.

salam ukhuwah..

telah sampai kita pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan ini..
tak terasa bulan penuh ampunan ini akan meninggalkan kita..
semoga kita memperoleh barokah dan ketaqwaan selama bulan Ramadhan ini..
semoga kita terlahir fitrah seiring dengan datangnya 1 syawal..
*jangan lupa zakat fitrah nya :) *
semoga kita dapat selalu istiqamah dalam amal ibadah selama 11 bulan ke depan..
amin.. amin..

Allahuakbar…Allahuakbar..Walillahilhamd..

taqobba lallahu minna wa minkum,

shiamana wa shiamakum..

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

minal aidin wal faidzin..

Daftar Obat Yang Tidak Boleh Diberikan ke Bayi

Daftar Obat Yang Tidak Boleh Diberikan ke Bayi

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(Foto: telegraph)

Jakarta, Bayi dan balita memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap obat-obatan dibandingkan remaja. Jika memberikan dosis atau waktu pemberian obat yang salah, bisa-bisa obat tersebut tidak efektif atau bahkan berbahaya bagi bayi.

Memberikan obat pada bayi harus sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Ada beberapa obat yang tidak bisa diberikan pada bayi terutama yang berusia di bawah 6 bulan, karena memiliki efek samping yang berbahaya bagi bayi.

Beberapa obat yang tidak dianjurkan untuk bayi biasanya karena bisa menghambat kerja sistem tubuh, atau tubuh bayi belum bisa menoleransi obat tersebut. Sehingga bukan kesembuhan yang didapat tapi bisa jadi menimbulkan penyakit yang lain akibat efek sampingnya.

Berikut ini adalah beberapa obat yang harus diperhatikan anjuran penggunaannya dan usia sang bayi seperti dikutip dari Babycenter, Senin (31/8/2009):

  1. Paracetamol. Obat ini tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, penggunaan obat ini sebaiknya berdasarkan resep dan setelah berdiskusi dengan dokter atau setelah bayi mendapatkan vaksinasi pertama kali. Parasetamol bisa menghambat beberapa enzim yang berbeda di dalam otak dan ikatan tulang belakang yang terlibat dalam perpindahan rasa sakit. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol pada bayi bisa meningkatkan risiko asma 5 tahun mendatang sebesar 46 persen.
  2. Ibuprofen. Obat ini sebaiknya digunakan untuk bayi berusia 6 bulan ke atas, karena obat ini bisa menghambat produksi beberapa zat kimia di dalam tubuh yang bisa meningkatkan respons cedera, sakit atau menyebabkan peradangan. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ibuprofen memang lebih bagus untuk mengatasi demam atau menurunkan suhu tinggi pada anak-anak di atas usia 6 bulan. Obat ini tidak bisa digunakan untuk bayi yang menderita asma sejak lahir atau turunan.
  3. Aspirin. Jangan pernah memberikan anak obat yang mengandung aspirin, karena bisa menyebakan Reye’s syndrome (sindrom yang bisa mengubah zat-zat kimia dalam darah sehingga merusak fungsi beberapa organ terutama hati dan otak) yang pada kasus tertentu bisa mengakibatkan kematian. Aspirin kadang ditulis sebagai salisilat atau asam asetilsalisilat.
  4. Obat anti-mual. Jangan memberikan obat ini tanpa rekomendasi dari dokter, karena obat ini memiliki risiko komplikasi. Rata-rata anak-anak bisa mengatasi rasa mual tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. Jika sudah mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter.
  5. Obat batuk dan flu yang dijual bebas. American Academy of Pediatrics (AAP) melarang penggunaan obat batuk dan flu yang dijual bebas untuk anak usia sebelum sekolah, karena bisa berbahaya. Efek yang ditimbulkan adalah tidak bisa tidur, sakit perut bagian atas dan jantung yang berdebar-debar. Setiap tahun 7.000 anak-anak di bawah usia 11 tahun masuk rumah sakit karena mengonsumsi obat batuk dan flu yang berlebihan.
  6. Obat orang dewasa. Memberikan anak-anak obat orang dewasa dengan dosis yang dikurangi sangat berbahaya. Jika obat tersebut memberi tanda tidak untuk anak-anak, maka jangan pernah mencoba untuk diberikan ke anak-anak.
  7. Asetaminofen yang berlebihan. Beberapa obat mengandung asetaminofen untuk mengurangi demam dan sakit, tapi berhati-hati dalam penggunaannya. Harus sesuai dengan resep dokter atau apoteker setempat.
  8. Obat herbal yang mengandung ephedra atau ephendrine. Jangan pernah memberikan anak-anak obat ini, karena berhubungan dengan tekanan darah tinggi, detak jantung yang tidak teratur, serangan jantung dan stroke. Berikanlah pengobatan alternatif lain yang lebih aman dan alami.
  9. Tablet kunyah. Jangan memberikan anak berusia di bawah 2 tahun obat ini, umumnya anak berusia 2 sampai 4 tahun yang sudah mengerti cara minum obat ini. Jika orang tua berpikir anaknya belum terlalu mengerti, maka hancurkan obat dan letakkan di sendok yang diberi sedikit air. Dosis yang diberikan harus sesuai.

Jika bayi Anda mengalami demam, maka cobalah mengikuti beberapa langkah berikut ini:

  1. Pastikan bayi menggunakan pakaian yang nyaman terutama yang berbahan dasar katun, sehingga bisa menyerap keringat.
  2. Jaga suhu di kamarnya tetap nyaman, jangan terlalu dingin atau panas.
  3. Berikan minum yang cukup, bisa berupa ASI atau susu formula. Untuk bayi yang sudah boleh mendapatkan makanan pendamping ASI cobalah berikan jus buah atau sup.
  4. Kompres bayi dengan menggunakan air hangat dan segera ganti jika handuknya sudah kering.

Lebih telitilah dalam memberikan obat pada anak Anda, karena jika dosisnya berlebih atau obat tersebut tidak boleh diberikan untuk anak-anak maka bisa berakibat fatal.

Tanda Puasa Berhasil

puasa.gif

Jakarta -Kita telah mengetahui semua, bahwa ibadah puasa yang diwajibkan kepada kita bertujuan membentuk manusia yang bertakwa. Takwa adalah puncak derajat seorang hamba di hadapan khaliq-Nya.

Makna ketakwaaan seringkali kita uraikan dalam rangkaian kata yang luas dan abstrak. Karena luasnya pemaknaan, seringkali kita malah tidak bisa menjadikannya sebagai patokan.

Dari sekian banyak penguraian makna bertakwa, maka sesungguhnya ada yang bisa kita jadikan pengukur keberhasilan kita berpuasa. Sekurang-kurangnya ada tiga ukuran sederhana untuk mengukur apakah puasa kita telah berhasil.

Yang pertama adalah, apakah selama berpuasa di bulan Ramadan ini, jumlah konsumsi makanan dan minuman kita lebih sedikit? Atau untuk mudahnya, apakah volume makanan dan minuman yang kita nikmati selama Ramadan ini lebih rendah di banding bulan lain?

Jika ternyata jumlah konsumsi makanan dan minuman yang kita nikmati selama Ramadan ini sama atau lebih banyak dari bulan yang lain, berarti puasa kita belum berhasil.

Alat ukur sederhana yang kedua dari keberhasilan kita berpuasa adalah jumlah berat badan kita. Apabila berat badan kita tidak berkurang selama puasa Ramadan ini, berarti puasa kita belum berhasil. Sebab jika kita berpuasa dengan benar, berarti terjadi pengurangan jumlah konsumsi makanan kita.

Karena biasanya kita makan tiga kali sehari, sementara selama bulan puasa ini kita hanya makan dua kali sehari, yaitu pada saat sahur dan berbuka. Padahal mengendalikan nafsu makan adalah salah satu hawa nafsu paling dasar yang harus kita kuasai selama kita berpuasa.

Apalagi kalau ternyata kemudian justru pada bulan Ramadan berat badan kita meningkat, maka bisa dipastikan bahwa kita adalah makhluk ‘pendendam’. Siang hari kita tahan nafsu makan kita, tetapi malam hari, nafsu itu tumpah tak terkendali, bahkan cenderung liar. Ini artinya bahwa puasa kita belum berhasil.

Tanda ketiga bahwa puasa kita berhasil adalah zakat (fitrah), infak dan amal sosial lainnya. Logika sederhana yang bisa mendasari tanda ketiga ini adalah bahwa karena selama Ramadan kita makan dari tiga kali menjadi dua kali.

Artinya, setiap hari kalau kita berpuasa dengan benar telah menghemat satu kali makanan. Bahasa sederhananya setiap hari kita menabung senilai satu kali makan. Sehingga di akhir bulan Ramadan akan sangat mudah bagi kita untuk berzakat fitrah 3,5 liter beras. Karena kita sudah menabung 30 hari (30 kali) genggam beras. Bahkan lebihnya bisa kita jadikan sebagai sedekah kepada kaum dhuafa.

Belum lagi bila kita kaitkan dengan didikan rasa lapar dan haus yang kita rasakan selama kita menjalani puasa Ramadan, akan menimbulkan empati dan solidaritas sosial kepada mereka yang sangat sering hari-harinya merasakan lapar dan haus. Dengan puasa Ramadan seharusnya begitu mudah hati kita tersentuh oleh penderitaan mereka yang tidak berpunya.

Apalagi kepada mereka yang saat ini hidup di kawasan bencana seperti kawasan lumpur Lapindo. Mereka ini selain menderita karena kehilangan rumah tinggalnya, mereka pun ketiadaan sumber pangan pada bulan suci yang mulia ini.

Pada bulan Ramadan ini, marilah kita tingkatkan kualitas puasa kita. Sekaligus mengisinya dengan memperbanyak amal sosial untuk membantu saudara kita yang kekurangan.

Ahmad Juwaini – detikRamadan

Sikat Gigi Saat Puasa untuk Hilangkan Bau Mulut, Bolehkah?

Sikat Gigi Saat Puasa untuk Hilangkan Bau Mulut, Bolehkah?

Nograhany Widhi K – detikRamadan
Gambar
Ustad H Ahmad Zaky

Jakarta -Bau mulut kerap timbul saat orang berpuasa. Ingin menghilangkan bau mulut dengan berkumur dengan obat kumur bahkan melakukan sikat gigi saat berpuasa, bolehkah?

“Ini masalah perbedaan pendapat. Tapi sebagian ulama berpendapat hal ini (menyikat gigi saat puasa) jatuh pada hukum makruh. Akan mengurangi pahala orang yang berpuasa, karena pasti ada tetesan (air dan pasta gigi) yang masuk walaupun tak disengaja,” ujar Ustad H Ahmad Zaky.

Hal itu disampaikan dia saat talk show ‘Mulut Baik di Bulan Baik’ di Restoran Maroush, Hotel Crowne Plaza, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/6/2009).

Zaky pun menjelaskan ada kisah pada zaman Rasulullah SAW, seorang hakim yang tertidur di pagi hari saat berpuasa dan tak sempat menyikat giginya.

“Aku bekerja untuk kemaslahatan umat. Bolehkah aku berkumur setelah tidur?” tanya sang Hakim pada Rasul seperti dituturkan Zaky.

Rasul pun menjawab, “Tanyalah hatimu. Kembalikan semua pada hatimu.”

Artinya, tindakan menyikat gigi saat puasa itu kembali kepada niatnya. Kalau niatnya hanya sekedar iseng lebih baik jangan dilakukan. Zaky pun mengatakan waktu yang paling tepat untuk menyikat gigi adalah usai sahur.

“Jadi waku sikat gigi sebaiknya sesaat selesai sahur dan sebelum azan Subuh. Tapi kalau setelah sahur ketiduran, lupa dan bangun pagi harinya, ya tidak apa-apa menyikat gigi,” jelasnya.

Sedangkan untuk berkumur dengan obat kumur selama berpuasa, Zaky mengatakan hal itu tetap dibolehkan dengan syarat.

“Kumur tidak apa-apa selama sebatas di lidah, dan tidak masuk tenggorokan,” jelasnya.

Hukum berkumur itu juga berlaku bagi ibu-ibu yang mencicipi hasil masakannya saat berpuasa. “Cicipi dikit saja habis itu diludahkan dan tidak sampai tertelan, nggak apa-apa,” tutur Zaky.

Bagaimana dengan anggapan selama ini, bahwa bau mulut orang berpuasa adalah bau surga dan diganti dengan wangi kesturi di surga?

“Ini pernah juga terjadi pada seseorang di zaman Rasul. Dia salah tafsir dan akhirnya 3 hari tidak bersiwak (sikat gigi dengan kayu siwak, red),” jawabnya.

Nah, saat pengajian, Rasul pun mencium bau tidak sedap. Lantas Rasul pun bertanya siapa di antara orang-orang di majelisnya yang mempunyai masalah bau mulut. Orang itu pun mengaku.

“Orang itu berkata, ‘Kan engkau yang menyuruh aku ya Rasul? Bau mulut seseorang yang berpuasa akan diganti dengan wangi kesturi’. Rupanya dalam pikirannya semakin bau semakin wangi (bau di surga),” seloroh Zaky.

Rasul pun meluruskan bahwa bau mulut orang berpuasa yang akan diganti wangi kesturi di surga berasal dari hati yang bersih dan hanya mengeluarkan perkataan baik saat berpuasa.

Dalam diri Rasul pun sudah terdapat contoh menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Dikatakan dalam salah satu hadis, ciri-ciri fisik Rasul jika tersenyum akan terlihat giginya yang putih dan rapi.

Selain itu, Rasul juga menjaga kesehatan, termasuk gigi dan mulut, dengan menjaga pola makan. Apalagi, imbuh Zaky, dalam Islam ada hadis yang mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman.

“Jadi jangan cuma sekedar sehat. Kalau ada yang ngaku bertakwa tapi badannya bau, tolong deh, berarti takwanya itu belum sempurna,” celetuknya. (nwk/nwk)

Polri Kurang Kerjaan!

Polri Kurang Kerjaan!

Baru-baru ini Mabes Polri memerintahkan kepolisian daerah untuk meningkatkan upaya pencegahan tindak pidana terorisme dengan mengawasi ceramah dan dakwah. Jika dalam dakwah tersebut ditemukan adanya ajakan yang bersifat provokasi dan melanggar hukum, maka aparat akan mengambil tindakan tegas.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Nanan Soekarna, mengatakan Polri memandang perlu untuk memantau dan merekam dakwah tersebut agar mengetahui apakah ada upaya provokasi dan pelanggaran hukum.

Nanan menyebutkan, pengawasan akan diperketat terhadap aktifitas tersebut dengan dikoordinasikan di masing masing Kepolisian Daerah (Polda) dan polisi satuan mulai dari tingkat Kepolisian Wilayah (Polwil), Kepolisian Sektor (Polsek), hingga Kepolisian Resort (Polres) dengan sandi “Operasi Cipta Kondisi” sebelum Operasi Ketupat dilaksanakan. Operasi ini dimaksudkan untuk meminimalisir dakwah yang bersifat provokasi pada tindakan terorisme.

Salah satu upaya polisi yang overacting dan kurang kerjaan dengan berdalih memerangi terorisme adalah penahanan 17 anggota Jamaah Tabligh berkewarganegaraan Filipina yang sedang melakukan khuruj (perjalanan dakwah dari masjid ke masjid) beberapa waktu lalu. Dari anggota Jamaah Tabligh tersebut, sembilan orang ditangkap di Purbalingga dan delapan orang di Solo.

Menanggapi sikap overacting dan kurang kerjaan Polri ini, Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab secara tegas menolak dan mengkritik Polri atas sikap berlebihan yang dilakukan Polri dalam upaya memberantasi terorisme.

“Operasi Cipta Kondisi yang akan digelar Mabes Polri untuk awasi dakwah-dakwah di bulan Ramadhan guna meminimalisir “Da’wah Provokatif” adalah bentuk TEROR dan INTIMIDASI yang melecehkan DA’WAH. Dan itu gaya Orde Baru yang langgar HAM dan Konstitusi terkait kebebasan menjalankan ibadah, karena Da’wah adalah bagian ibadah yang dilindungi UUD 1945. Lagi pula, Polri punya tolak ukur apa dan bagaimana untuk membedakan Da’wah “Motivatif” dengan “Provokatif” ? Polri ngerti apa soal Da’wah ? Jika itu dibiarkan, maka Polri semakin sewenang-wenang.” Tegas Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab.

“Selain itu, Polri sudah keterlaluan dengan menangkapi Jama’ah Tabligh. Lalu mendeportasi orang asing dari Jama’ah Tabligh. Apa salah mereka? Jama’ah Tabligh itu kelompok Da’wah yang selalu mengedepankan kelembutan dan kesantunan.. Mestinya Turis asing yang suka pakai kancut dan kutang depan umum yang dideportasi karena merusak moral. Ironisnya, Pangdam IV Diponegoro ikut-ikutan menyerukan agar semua orang asing berjubah, bersorban dan berjenggot agar dilaporkan ke aparat keamanan. Apa sih maunya?!!

Karenanya, saya menyerukan agar Polri segera diletakkan di bawah Depdagri agar terkontrol dan tidak otoriter, sebagaimana TNI di bawah Dephan

Dan saya serukan kepada Umat Islam agar jangan mau didikte Polri atau pun TNI soal Da’wah. Polri dan TNI jangan kurang ajar kepada para Ulama, Ustadz dan Da’i. FPI siap membantu, menjaga dan membela semua Ulama, Ustadz dan Da’i dari arogansi Polri dan TNI.

Semoga Polri dan TNI tetap dijalurnya menjadi pengayom umat, bukan musuh umat.” Tambah Beliau. (redaksi fpi.or.id/adie)